Minggu, 11 November 2012

Pentingnya Manajemen Kontrol Keamanan Pada Sistem


Tujuan pengontrolan adalah untuk memastikan bahwa CBIS telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, system beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan.

Properti Sistem Yang Memberikan Keamanan
Sebuah system harus mempunyai tiga property (sifat), yaitu :
  • Integritas, system akan mempunyai integritas bila ia berjalan menurut spesifikasinya. Perancang system berusaha untuk mengembangkan system yang mempunyai integritas fungsional, yaitu kemampuan untuk melanjutkan operasi, apabila salah satu atau lebih dari komponennya tidak berjalan.
  • Audibilitas, ia akan bersifat audible jika ia memiliki visibilitas dan accountability (daya perhitungan). Bila system memiliki audibilitas maka mudah bagi seseorang untuk memeriksa, memverifikasi atau menunjukkan penampilannya.
  • Daya kontrol, daya kontrol memungkinan manajer untuk menangani pengerahan atau penghambatan pengaruh terhadap system. Teknik yang efektif untuk mendapatkan daya kontrol system ini adalah dengan membagi system menjadi subsistem yang menangani transaksi secara terpisah.
Tugas Kontrol CBIS
Kontrol CBIS mencakup semua fase siklus hidup. Selama siklus hidup, kontrol dapat dibagi menjadi kontrol-kontrol yang berhubungan dengan pengembangan, disain dan operasi.

Manajer dapat memperoleh kontrol dalam ketiga area secara langsung melalui ahli lain, seperti auditor.

AREA PENGONTROLAN CBIS

* Kontrol Proses Pengembangan

Tujuan dari kontrol pengembangan adalah untuk memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan pemakai.

Yang termasuk dalam kontrol pengembangan :
  1. Manajemen puncak menetapkan kontrol proyek secara keseluruhan selama fase perencanaan dengan cara membentuk komite MIS
  2. Manajemen memberitahu pemakai mengenai orientasi CBIS
  3. Manajemen menentukan kriteria penampilan yang digunakan dalam mengevaluasi operasi CBIS.
  4. Manajemen dan bagian pelayanan informasi menyusun disain dan standar CBIS
  5.  Manajemen dan pelayanan informasi secara bersama-sama mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima,
  6. Manajemen melakukan peninjauan sebelum instalasi yang dilakukan tepat setelah penggantian dan secara berkala meninjau CBIS untuk memastikan apakah ia memenuhi kriteria penampilan.
  7. Bagian pelayanan informasi menetapkan prosedur untuk memelihara dan memodifikasi CBIS dan prosedur yang disetujui oleh manajemen.

Kontrol Disain Sistem

Selama fase disain dan analisis dari siklus hidup system, Analis System, DBA dan Manajer Jaringan membangun fasilitas kontrol tertentu dalam disain system. Selama fase implementasi, programmer menggabungkan kontrol tersebut ke dalam system. Disain system dikontrol dengan cara menggabungkan kontrol software menjadi lima bagian pokok, yaitu :


– Permulaan Transaksi (Transaction Origination)

Tahap-tahap yang harus dilakukan pada permulaan transaksi terdiri atas :
  1. Permulaan dokumen sumber
  2. Kewenangan
  3. Pembuatan input computer
  4. Penanganan kesalahan
  5. Penyimpanan dokumen sumber

- Entri Transaksi (Transaction Entry)

Entri transaksi mengubah data dokumen sumber menjadi bentuk yang dapat dibaca oleh komputer. Kontrol ini berusaha untuk menjaga keakuratan data yang akan ditransmisikan ke jaringan komunikasi atau yang akan dimasukkan secara langsung ke dalam komputer. Area kontrolnya meliputi atas :

  1. Entri data
  2. Verifikasi data
  3. Penanganan kesalahan
  4. Penyeimbangan batch

- Komunikasi Data (Data Communication)

Komputer yang ada dalam jaringan memberikan peluang risiko keamanan yang lebih besar dari pada komputer yang ada di dalam suatu ruangan. Area kontrol ini terdiri dari :

  1. Kontrol pengiriman pesan
  2. Kontrol saluran (channel) komunikasi
  3. Kontrol penerimaan pesan
  4. Rencana pengamanan datacom secara menyeluruh

- Pemrosesan Komputer (Computer Processing)

Pada umumnya semua elemen kontrol pada disain system selalu dikaitkan dengan pemasukan data ke dalam komputer. Area kontrol pada pemrosesan komputer terdiri dari :

  1. Penanganan data
  2. Penanganan kesalahan
  3. Database dan perpustakaan software

Sebagian besar kontrol database dapat diperoleh melalui penggunaan Sistem Manajemen Database (Database Management System/DBMS)

Tingkat keamanan dalam DBMS terdiri dari :

  1. Kata kunci (Password)
  2. Direktori pemakai (User Directory)
  3. Direktori elemen data (Field Directory)
  4. Enkripsi (Encryption)

- Output Komputer (Computer Output)

Komponen subsistem ini bertanggung jawab untuk mengirimkan produk (output) kepada pemakai (user). Yang termasuk dalam area ini adalah :

  1. Penyeimbangan operasi komputer
  2. Distribusi
  3. Penyeimbangan departemen pemakai
  4. Penanganan kesalahan
  5. Penyimpanan record

* Kontrol Terhadap Pengoperasian Sistem

Kontrol pengoperasian system didasarkan pada struktur organisasional dari departemen operasi, aktivitas dari unit yang ada dalam departemen tersebut.

Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi lima area :
  1. Struktur organisasional
  2. Kontrol perpustakaan
  3. Pemeliharaan peralatan
  4. Kontrol lingkungan dan kemanan fasilitas
  5. Perencanaan disaster, meliputi area :
  • Rencana keadaan darurat (emergency plan)
  • Rencana back-up (backup plan)
  • Rencana record penting (vital record plan)
  • Rencana recovery (recovery plan
Metode Mendapatkan Dan Memelihara Kontrol
Manajemen dapat melakukan kontrol dengan tiga cara, yaitu :

  • Manajemen dapat melakukan kontrol langsung, yaitu mengevaluasi kemajuan dan penampilan, dan menentukan tindakan koreksi apa yang harus dilakukan
  • Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung dengan terus menerus melalui CIO.
  • Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung berkenan dengan proyeknya melalui pihak ketiga.

Keamanan Sistem

Definisi Keamanan

Adalah proteksi perlindungan atas sumber-sumber fisik dan konseptual dari bahaya alam dan manusia. Kemanan terhadap sumber konseptual meliputi data dan informasi
Tujuan-tujuan Keamanan , dimaksudkan untuk mencapai 3 tujuan utama , yaitu :
  1. Kerahasiaan, perusahaan berusaha melindungi data dan informasi dari orang-orang yang tidak berhak.
  2. Ketersediaan, tujuan CBIS adalah menyediakan data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya.
  3. Integritas, semua subsistem CBIS harus menyediakan gambaran akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.

Pengendalian Akses ; dicapai melalui suatu proses 3 langkah, yang mencakup :
  1. Indentifikasi User.
  2. Pembuktian Keaslian User.
  3. Otorisasi User.

Strategi Pengulangan Biaya Manajemen Informasi
Strategi yang paling banyak dimanfaatkan adalah :

  1. Strategi Konsolidasi, dapat diikuti dengan mengurangi jumlah lokasi sumber daya informasi yang terpisah. Alasannya adalah sejumlah kecil pemusatan sumber daya yang besar dapat beroperasi lebih efisien dari pada banyak pemusatan sumber daya yang kecil.
  2. Downsizing, adalah transfer berbagai aplikasi berbasis komputer perusahaan dari konfigurasi peralatan besar, seperti mainframe ke platform yang lebih kecil seperti komputer mini. Dalam beberapa kasus, platform yang lebih kecil tetap berada dalam IS, dan dalam kasus lain ditempatkan di area pemakai. Pemindahan ke sistem yang kurang mahal tetapi penuh daya ini disebut Smartsizing. Keuntungan downsizing : sistem yang user friendly.
  3. Outsourcing, ukuran pemotongan biaya yang dapat berdampak lebih besar bagi IS dari pada downsizing adalah outsourcing. Outsourcing adalah mengkontrakkan keluar semua atau sebagian operasi komputer perusahaan kepada organisasi jasa di luar perusahaan.

Jasa-jasa yang ditawarkan Outsourcers mencakup :
  • Entry data dan pengolahan sederhana.
  • Kontrak pemrograman.
  • Manajemen fasilitas, operasi lengkap dari suatu pusat komputer.
  • Integrasi sistem, adalah kinerja semua tugas-tugas siklus hidup pengembangan sistem.
  • Dukungan operasi untuk pemeliharaan, pelayanan atau pemulihan dari bencana.


Sabtu, 14 Januari 2012

Tugas 4 (Proposal Pengesahan, Bahasa Indonesia)

PROPOSAL ANALISIS

ROBOT HONDA

Diusulkan oleh :

Aditya Yoga Prasetya (13109775)

UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

2012


KATA PENGANTAR

Alhamdulilah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas karunianya dan izin yang telah diberikan, saya sebagai penulis dapat menyelesaikan tugas proposal yang diberikan dosen Bahasa Indonesia.

Proposal ini diberikan judul “ Robot Honda”

Didalam proposal ini diberikan penjelasan yang konkret mengenai robot dan fungsinya.

Saya sebagai penulis mengucapkan terimakasih kepada narasumber yang memberikan banyak pengetahuan untuk menyelesaikan proposal ini.

Terakhir, penulis menyadari bahwa sebagai karya manusia biasa tentu penulisan ini masih mengandung kelemahan dan kekurangan. Demi meningkatkan kualitas dari proposal ini, maka saya penulis mengharapkan kritik dan saran.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar


BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Identifikasi Masalah
1.3 Pembatasan Masalah
1.4 Rumusan Masalah
1.5 Tujuan Penulisan
1.6 Manfaat Penulisan

BAB II PEMBAHASAN
2.1
Landasan Teori
2.2
Robot Asimo


BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
3.2 Metode Penelitian


BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran


Lembar Pengesahan


Daftar Pustaka

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah

Sebagai negara maju, Jepang memiliki teknologi yang sangat canggih dan tidak kalah dari negara Amerika. Kemajuan teknologi di Jepang berkembang dengan cepat dan menghasilkan karya-karya yang mengagumkan. Salah satu perusahaan otomotif di Jepang yaitu Honda, kini tidak hanya menciptakan mobil atau motor dengan spesifikasi dan kelengkapan fitur yang berteknologi tinggi, tetapi honda telah berhasil menciptakan ROBOT berteknologi tinggi yang dapat melakukan kegiatan seperti manusia atau bahkan lebih seiring dengan waktu dan kemajuan teknologi di Jepang.

Robot keluaran Honda diberi nama Asimo. Tidak hanya Honda yang memiliki robot Asimo, tetapi banyak perusahaan – perusahaan di Jepang yang kini sudah memiliki robot dengan teknologi yang canggih dan dapat melakukan fungsinya masing – masing.

1.2.Identifikasi Masalah

Robot kini telah hadir di tengah – tengah kehidupan manusia dan tidak dapat dipungkiri dengan berkambangnya teknologi yang sangat cepat, tidak hanya di negara maju, negara berkembang juga akan memiliki robot dengan fungsi tertentu. Dan tidak menutup kemungkinan juga kalau nantinya manusia akan tinggal satu rumah dengan robot apabila robot dapat melakukan perkerjaan seperti yang di kerjakan oleh manusia.

1.3.Pembatasan Masalah

Robot humanoid buatan Honda, Asimo, terus melakukan evolusi. Lebih dari satu dekade sejak dikenalkan, robot kebanggaan Honda ini selalu melahirkan keajaiban.
Perkembangan Asimo bisa dilihat di Honda R&D Center, Wako, Tokyo, Jepang. Robot yang lahir pada 2000 itu kini jadi lebih gesit. Dia bisa berlari lebih cepat, bisa menyeimbangkan diri di permukaan miring, loncat dengan satu kaki, menendang bola, hingga menuangkan minuman.
Hebatnya lagi, kemampuan robot yang bernama lengkap Advanced Step in Innovative Mobility ini bakal bisa digunakan untuk membantu operasi pembersihan di Pembakit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima yang rusak.
Hal itu jadi bukti bahwa robot berkepala bulat ini kini semakin lentur dan sedikit lebih pintar. Hal ini juga merupakan langkah maju Honda untuk menepis kritik bahwa Asimo tak punya banyak manfaat dalam praktik sehari- hari. Karena itu, tidak ada lagi label Asimo hanya mainan canggih dan lucu untuk mempromosikan merek Honda.

1.4.Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang judul yang diambil penulis, maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah :

1. Pengenalan robot Honda Asimo

2. Kemampuan robot Asimo

3. Interaksi robot Asimo dengan manusia

1.5.Tujuan Penilitian

Adapun tujuan dari penyusunan karya tulis ini adalah menyelesaikan tugas dari dosen mata kuliah Soft Skill Bahasa Indonesia dan untuk ilmu pengetahuan teknologi.

1.6. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penyusunan karya tulis ini adalah kita menjadi lebih tahu tentang kemajuan teknologi di dunia, dan mudah – mudahan dapat memotifasi kita sebagai anak jurusan teknologi dan informasi agar dapat menciptakan karya yang berteknologi tinggi untuk kepentingan yang bermanfaa bagi dunia.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Landasan Teori

Robot kini telah hadir dengan berbagai macan bentuk dan kemampuannya masing – masing. Rata – rata robot hanya dapat melakukan kegiatan, seperti hanya dapat berjalan, hanya dapat bermain satu jenis alat musik dan lain – lain. Dari berbagai jenis robot itu, Asimo merupakan salah – satu robot tercanggih buatan Honda yang dapat melakukan banyak hal.

2.2. Robot Asimo

ASIMO (アシモ, ashimo?) adalah robot himanoid yang dibuat oleh Honda. Dengan tinggi 130 sentimeter dan berat 54 kilogram, penampilan robot ini menyerupai seorang astronot dengan baju astronotnya yang membawa ransel.. Asimo dapat berjalan dengan dua kaki dengan gaya berjalan yang menyerupai manusia hingga kecepatan 6 km/jam. Asimo diciptakan pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Honda Pusat Penelitian Teknik Fundamental Wako di Jepang. Model yang sekarang merupakan versi sebelas, semenjak dimulainya proyek Asimo pada 1986.

Dengan menggunakan informasi visual dari kamera yang terpasang di kepalanya, Asimo dapat mendeteksi gerakan beberapa objek serta menilai jarak dan arah. Aplikasi umum dari fitur ini meliputi: kemampuan untuk mengikuti gerakan orang dengan kamera, mengikuti seseorang, atau menyapa seseorang ketika dia mendekat.

Asimo juga dapat menafsirkan posisi dan pergerakan tangan, serta mengenali postur dan gerakan. Asimo dapat bereaksi dan diarahkan tidak hanya dengan perintah suara, tetapi juga dengan berbagai gerakan alami manusia. Hal ini memungkinkan untuk, misalnya, mengenali kapan jabat tangan ditawarkan atau kapan seseorang melambaikan tangan dan Asimo menanggapi dengan tepat. Ia juga dapat mengenali pergerakan arah seperti menunjuk.

Asimo dapat mengenali objek dan situasi dari lingkungannya dan bertindak dengan cara yang aman bagi dia sendiri maupun orang di dekatnya. Sebagai contoh, mengenali bahaya potensial seperti tangga, dan menghindari memukul manusia atau benda bergerak lainnya.

Dalam berinteraksi dengan manusia, Asimo berkemampuan untuk mengidentifikasi sumber suara dan dapat membedakan antara suara manusia dan suara lainnya. Hal ini dapat menanggapi panggilan namanya, mengenali wajah orang ketika sedang diajak bicara, dan mengenali suara yang tidak biasa seperti suara dari sebuah objek jatuh atau tabrakan, dan memalingkan wajah ke arah itu. Asimo juga dapat menjawab pertanyaan, baik dengan mengangguk singkat, menggelengkan kepala atau menjawab secara lisan.

Asimo memiliki kemampuan untuk mengenali wajah, bahkan ketika Asimo atau manusia sedang bergerak. Secara individual Asimo dapat mengenali kurang lebih 10 wajah yang berbeda dan mengenali nama pemilik wajah jika sudah terdaftar sebelumnya.

BAB III

METODOLOGI PENENELTIAN

3.1. Waktu dan Tempat Penelitian

Hari : Sabtu – Minggu

Tanggal : 3 – 4 November 2011

Lokasi : Jakarta, Indonesia

3.2. Metode Penelitian

1. Studi Pustaka

Untuk mendalami lebih jauh materi yang akan dibahas dalam karya tulis ini, penulis mencari informasi tambahan melalui internet dan perpustakaan yang berhubungan dengan materi yang akan dibahas.


BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Dengan lahirnya robot humanoid Asimo,itu bertanda kemajuan teknologi sudah sangat tinggi. Robot memang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk membantu kerja manusia, karena kemampuan fisik manusia sangat terbatas. Lahirnya robot Asimo dan robot – robot lainya diharapkan dapat berinteraksi, hidup berdampingan membantu manusia dan dapat membantu melestarikan dunia dengan baik dengan teknologi yang canggih.

4.2. Saran

Robot mungkin nantinya akan hidup berdampingan dengan manusia, tapi robot jangan disalah gunakan untuk tindakan kriminalitas, pemberdayaan robot harus digunakan dengan benar untuk membantu melestarikan bumi ini dan untuk turut membantu kegiatan manusia yang membutuhkan tenaga keras untuk menyelesaikannya.



LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul Kegiatan : Analisi Robot Honda

2. Pelaksana Kegiatan

a. Nama Lengka : Aditya Yoga Prasetya

b. NIM : 13109775

c. Universitas : Gunadarma

Depok, 8 Januari 2012

Menyetujui :

Ketua Jurusan Sistem Informasi Pembantu Rektor Bidang

( Dr. Setia Wirawan ) (Dr. Irwan Bastian)

Kepala Direktorat Jendral Perkeretaapian

( Tundjung Inderawan)

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com

www.wikipedia.com